Like if u like,,,,

10 Mei 2011

Pengertian Discovery

Discovery adalah model pengajaran dimana guru memberikan kebebasan siswa untuk menemukan sesuatu sendiri karena dengan menemukan sendiri siswa dapat lebih mengerti secara dalam. Dengan menemukan sendiri, siswa akan sampai pada pengalaman gembira “AHA! Aku menemukan!” siswa akan menjadi senang.

Discovery merupakan metode belajar berbasis pencarian, penyelidikan. Gagasan awal diambil dari Rousseau, dewey, piaget, dan bruner. Menurut Bruner ( dalam Burden & Byrd, 1999:104 ) pembelajaran discovery adalah pendekatan kognitif dalam pembelajaran dimana guru menciptakan situasi sehingga siswa dapat belajar sendiri. Siswa belajar melalui keterlibatagn aktif dan prinsip-prinsip. Siswa didorong untuk mempunyai pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip atau pengetahuan bagi dirinya. Jadi, dalam discovery yang sangat penting adalah siswa sungguh terlibat pada persoalannya, menemukan prinsip-prinsip atau jawaban lewat suatu percobaan.

Yang menarik adalah bahwa discoveri selalu dalam situasi problem solving, dimana pelajar dihadapkan pada pengalaman sendiri dan pengetahuan awal mereka, untuk menemukan kebenaran atau pengetahuan baru yang harus dipelajari. Maka sering discovery disebut pembelajaran personal, internal, dan konstruktivis.
Anggapan dasar dari metode discovery adalah bahwa apa yang dipelajari sendiri akan dimengerti lebih baik. Modelnya adalah pencarian induktif. Dalam pencarian itu siswa menemukan ayau mengkonstruksi prinsip dan konsep dengan berhadapan pada contoh atau pengalaman dari prinsip itu ( kaufman 1971 dalam de Boer, 1991 ). 

Dalam model ini siswa berperan aktif dalam proses belajar dengan :
1. Menjawab berbagai pertanyaan atau persoalan,
2. Memecahkan persoalan, untuk menemukan konsep dasar.
Peran guru berubah dari menyajikan informasi dan konsepnya, menjadi mengajak siswa bertanya, melihat, dan mencari sendiri. Guru hanya memberikan arahan.
Menurut soebroto, metodfe penemuan diartikan sebagai cara mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan percobaan lain-lainnya. Metode penemuan adalah metode dimana dalam proses belajar siswa diperkenankan menemukan sendiri informasinya. Disini keaktifan siswa sangat penting.
 Trowbridge & Bybee (hal 176) menjelaskan discovery sebagai proses mental di mana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Discovery terjadi bila seseorang sungguh terlibat dengan proses berfikir untuk menemukan konsep atau prinsip-prinsip. Unsure penting dalam proses ini adalah siswa dengan menggunakan pikirannya sendiri mencoba menemukan sesuatu pengertian dari apa yang sedang dipelajari.
Macam–macam Discovery menurut Weimer (1975, dalam Burden & Byrd, hal 104) mengidentifikasi adanya 6 discovery, yaitu:
  1. Discovery, proses menemukan sesuatu sendiri. Prosesnya lebih bebas, intinya adalah orang menemukan hokum, prinsip, atau pengertian sendiri.
  2. Discovery teaching. Model mengajar dengan cara menemukan sesuatu. Digunakan guru untuk mengajar siswa dengan cara penemuan.
  3. Inductive discovery. Penemuan dengan pendekatan induktif, yaitu dari pengamatan banyak data, kemudian disimpulkan. Prosesnya lengkap seperti metode ilmiah.
  4. Semi-inductive discovery. Penemuan dengan pendekatan induktif, tetapi tidak lengkap. Seperti data yang diambil hanya sedikit atau prosesnya yang disederhanakan.
  5. Unguided or pure discovery atau discovery murni : siswa diberi persoalan dann harus memecahkan sendiri dengan sedikit sekali petunjuk guru. Guided discovery : siswa diberi soal untuk dipecahkan dengan guru menyediakan petunjuk dan arahan bagaimana memecahkan persoalan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar